Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC)
Tugas Pengendalian Mutu Proyek
Nama :Wirya Ageng Aditya (417110097)
soal
1.Jelaskan Secara Rinci Dan Detail Mengenai Quality Assurance (QA) dan
Quality Control (QC)
2.Contoh Implementasi
Jawaban
Penjelasan Rinci Tentang Quality Control dan Quality Assurance (QC dan QA)
Wirya ageng aditya
417110097
Pengertian Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA)
Banyak diantara kita
yang kurang jelas tentang perbedaan QC dan QA, banyak juga menganggap
kedua-duanya adalah fungsi yang sama. Namun pada dasarnya QC dan QA adalah dua
fungsi dan teknik penjagaan dan peningkatan kualitas yang berbeda.
Quality Control (QC)
Suatu perusahaan
dapat menentukan standar kualitas, proses dan prosedur internal
masing-masing dan mengembangkannya dari waktu ke waktu, kemudian pihak-pihak
yang berkepentingan (stakeholder) tersebut diminta untuk mengikutinya. Proses
untuk memastikan semua pihak yang berkepentingan tersebut mengikuti dan
mematuhi standar dan prosedur yang ditentukan inilah disebut dengan proses
pengendalian kualitas atau Quality Control.
Setiap organisasi yang
menerapkan Quality Control (QC) harus memiliki Pedoman Kualitas yang biasanya
disebut dengan Quality Manual. Quality Manual tersebut akan memberikan panduan
kualitas ke berbagai unit kerja dan departemen. Dengan demikian, setiap
individu dalam organisasi menyadari apa yang menjadi wewenang dan tanggung
jawabnya sesuai dengan yang disebutkan dalam Quality Manual.
Pada dasarnya, Quality
Control ini berkaitan dengan kegiatan operasional dan teknik yang digunakan
untuk memenuhi persyaratan kualitas. Tujuan utama Pengendalian Kualitas atau
Quality Control adalah memastikan bahwa produk yang akan dikirimkan ke
pelanggan adalah bebas dari cacat dan dapat diterima sesuai dengan persyaratan
kualitas yang ditentukan. Jika ditemukan produk yang cacat maka diperlukan
tindakan perbaikan yang sesuai.
Teknik dan Alat yang digunakan Quality Control (QC)
Terdapat tiga teknik
Quality Control yang umum digunakan oleh sebuah perusahaan manufakturing yaitu
Inspeksi (Inspection), pengambilan sample secara statistik (Statistical
Sampling) dan Tujuh alat pengendalian kualitas (QC Seven Tools).
Inspeksi atau Inspection adalah menguji produk-produk yang akan dikirim ke pelanggan untuk
memastikan tidak ada yang cacat dan sesuai dengan persyaratan kualitas yang
telah ditentukan.
Statistical Sampling adalah memilih sejumlah unit/produk secara acak dari suatu batch atau
lot untuk diperiksa kembali dengan tujuan untuk memastikan produk yang akan
dikirimkan tersebut tidak terdapat produk cacat dan sesuai dengan persyaratan
kualitas yang ditentukan.
QC Seven Tools atau Tujuh
alat pengendalian kualitas terdiri dari Histogram, Scatter
Diagram, Control Chart, Check Sheet, Pareta Diagram, Cause and Effect Diagram
dan Flow Chart. Alat-alat tersebut digunakan untuk membantu menemukan
ketidaksesuai dan kecacatan pada produk.
1. Menurut (Elisa) yang
telah dikutip dari teori deming menjelaskan bahwa prinsip-prinsip dasar QC adalah
PDCA cycle seperti gambar berikut :
Langkah-langkah
pengendalian mutu dengan PDCA Cycle memperhatikan
pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. PLAN : Identifikasi masalah
dan merencanakan perbaikan secara berkesinambungan.
·
Apakah rencana mencakup penyempurnaan dan siapa yang akan melaksanakan?
·
Apakah rencana memuat kapan, di mana, dan bagaimana melaksanakannya?
·
Bagaimana perubahan harus dilaksanakan?
·
Apakah rencana memuat siapa, apa, kapan, di mana, dan bagaimana pengumpulan
data yang diperlukan?
2. DO : Melakukan
perbaikan, pengumpulan data, dan analisis.
·
Apakah perbaikan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan rencana?
·
Siapa yang memantau rencana?
·
Apa alat-alat grafis untuk menampilkan data telah digunakan secara
maksimal?
3. CHECK : Memeriksa dan
mempelajari hasil yang dicapai.
·
Apakah proses perbaikan sesuai dengan yang diharapkan?
·
Apakah proses perbaikan ditinjau dari sudut pandang pelanggan?
·
Apakah proses perbaikan ditinjau dari sudut pandang pekerja?
·
Aspek apa dalam tim yang terlaksana baik?
·
Bagaimana memperbaiki kolaborasi yang ada?
·
Adakah penghematan yang bisa diidentifikasi?
4. ACT : Bertindak atas
dasar hasil evaluasi dan melanjutkan perbaikan proses.
·
Komponen apa saja yang perlu dibakukan dari proses yang telah diperbaiki?
·
Bagaimana mengubah flowchart yang ada?
·
Kebijakan dan prosedur apa saja yang perlu direvisi?
·
Siapa saja yang perlu dilatih?
·
Siapa saja yang perlu disadarkan pada arti perubahan?
[1] Dr. Kauro Ishikawa merupakan pencetus dari
konsep/teori Lingkaran Kualitas (Quality Circle) dan Diagram
Sebab-Akibat atau juga dikenal dengan Fishbone Diagram atau
Diagram Ishikawa (Ishikawa Diagram).
Quality Assurance (QA)
Quality Assurance (QA)
atau jika diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia adalah “Penjaminan
Kualitas”. Istilah “Assurance” atau “Jaminan” menyatakan suatu kepastian
ataupun kepercayaan terhadap produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan.
Quality Assurance (QA) menjamin kualitas produk yang dihasilkan dan memastikan
proses pembuatan produk tersebut sesuai dengan standar dan persyaratan yang
telah ditentukan.
Quality Assurance
merupakan suatu pendekatan yang berbasis PROSES (process base approach) yang
tujuan utamanya adalah mencegah produk cacat mulai dari tahap perencanaan
(planning) hingga tahap pengiriman produk ke pelanggan sehingga menghindari
terjadi pengerjaan ulang (rework) dan keluhan pelanggan yang akan merugikan reputasi
perusahaan serta pengeluaran biaya-biaya akibat kualitas yang buruk.
Quality Assurance adalah
proses yang pro-aktif yaitu melakukan penekanan terhadap perencanaan,
dokumentasi dan penentuan panduan kualitas pada awal proyek dimulai untuk
memahami persyaratan dan standar kualitas yang diharapkan. Setelah semua
persyaratan dan standar kualitas yang diinginkan tersebut di-identifikasikan,
maka diperlukan pengembangan perencanaan untuk memenuhi persyaratan dan standar
kualitas yang diinginkan tersebut.
Teknik dan Alat Quality Assurance
Terdapat tiga teknik
ataupun alat yang digunakan untuk menjamin kualitas suatu produk yaitu Quality
Audit, Process Analysis, Quality Management and Control Tools.
Dalam Quality Audit, suatu tim ahli yang berasal dari pihak ketiga eksternal (bukan dari
internal perusahaan) akan melakukan peninjauan proses dan prosedur yang telah
ditentukan oleh perusahaan. Apabila ditemukan perbedaan antara apa yang
dilakukan dengan apa yang dinyatakan dalam prosedur atau proses maka perusahaan
yang bersangkutan (perusahaan yang diaudit) diminta untuk melakukan tindakan
perbaikan (Corrective Action). Pihak ketiga dari eksternal tersebut juga akan
memberikan saran-saran untuk perbaikan pada proses-prosesnya. Quality Audit ini
memastikan proses dan prosedur yang telah disetujui dan yang telah ditentukan
tersebut telah dilaksanakan dengan baik dan diikuti oleh pihak yang
bersangkutan.
Process Analysis adalah menganalisis setiap proses untuk menemukan kemungkinan
(potensi) terjadinya produk cacat ataupun proses-proses yang tidak memiliki
nilai tambah kemudian carikan akar penyebabnya dan lakukan tindakan
perbaikannya.
Quality Management dan Control Tools mencakup berbagai teknik diagram yang membantu untuk menemukan
permasalahan, ide perbaikan, pengambilan keputusan dan prioritas permasalahan
yang harus diselesaikan. Contoh alat-alat Quality Management and Control Tools
ini diantaranya seperti Diagram Pohon, Diagram Afinitas, Diagram Jaringan dan
lain-lainnya.
Perbedaan Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA)
Berikut ini adalah
beberapa perbedaan antara Quality Control dan Quality Assurance.
1. Quality Assurance (QA) fokus pada pencegahan cacat sedangkan Quality
Control (QC) fokus pada identifikasi atau menemukan cacat.
2. Di Quality Assurance (QA), kita mencari cara yang paling efektif untuk
menghindari cacat sedangkan di Quality Control (QC) kita untuk berusaha untuk
mendeteksi kecacatan dan kemudian mencari cara perbaikan untuk membuat kualitas
produk menjadi lebih baik.
3. Quality Assurance (QA) adalah proses pro-aktif sedangkan Quality Control
(QC) adalah proses reaktif.
4. Quality Assurance (QA) merupakan pendekatan berdasarkan proses (process
base approach) sedangkan Quality Control (QC) merupakan pendekatan berdasarkan
produk (product base approach).
5. Quality Assurance (QA) melibatkan proses dalam menangani masalah kualitas
sedangkan Quality Control (QC) melakukan verifikasi terhadap kualitas produk
itu sendiri (pada produknya).
6. Kualitas Audit (Quality Audit) merupakan salah satu contoh proses pada
Quality Assurance (QA) sedangkan Inspeksi dan Pengujian (testing) terhadap
produk merupakan contoh proses pada Quality Control (QC).
Berikut ini adalah
beberapa manfaat adanya Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) di
industri manufakturing.
1. Menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.
2. Menghindari pemborosan (waste).
3. Meningkatkan efisiensi operasional.
4. Memberikan kepuasan pada pelanggan.
5. Mengurangi pekerjaan ulang yang merugikan perusahaan dalam segi finansial
maupun waktu.
6. Memotivasi tim dalam bekerja lebih baik dengan kualitas yang tinggi.
7. Meningkatkan kepercayaan pelanggan.









Komentar
Posting Komentar