MANAJEMEN PENGENDALI MUTU
MANAJEMEN PENGENDALI MUTU
Dalam rekayasa dan manufaktur, pengendalian mutu atau pengendalian
kualitas melibatkan pengembangan sistem untuk memastikan bahwa produk dan jasa yang dirancang dan diproduksi
untuk memenuhi atau melampaui persyaratan dari pelanggan maupun produsen sendiri.
Sistem-sistem ini sering dikembangkan bersama dengan disiplin bisnis atau
rekayasa lainnya dengan menggunakan pendekatan lintas fungsional.
Beberapa teknik telah dikembangkan
untuk memelihara pengendalian mutu. Di antara nya adalah pemeriksaan total,
mengecek noda, pengendalian mutu secara statis, dan Nol Cacat. Sebagai teknik
pengendalian mutu, pemeriksaan total melibatkan kelengkapan dan pemeriksaan
total pekerjaan yang diproduksi oleh masing-masing karyawan untuk menentukan ya
atau tidaknya standar mutu minimum telah dicapai. Jika bukan, ukuran mengoreksi
barangkali akan diambil. Pemeriksaan Total diinginkan untuk tertentu jenis
pekerjaan ketatausahaan. Seperti contoh yang umum pemeriksaan total adalah
koreksi cetakan pekerjaan diketik. Lain contoh pekerjaan ketatausahaan yang
sering menerima total pemeriksaan adalah verifikasi kalkulasi seperti ilmu
hitung penting dan hasil menyusun data statistik. Oleh karena itu sifat alami
beberapa bentuk pekerjaan ketatausahaan, pemeriksaan total mungkin tidak perlu.
Dalam beberapa peristiwa, pekerjaan akan menjadi sangat terbatas. Di lain
kejadian, sangat kecil kesempatan kesalahan yang telah dibuat. Contoh
penyimpanan surat menyurat klien. Walaupun beberapa surat menyurat mungkin
tidak tersimpan, situasi ini tidak menjamin keabsahan pemeriksaan total file
untuk memastikan ketelitian menyimpan.
Dalam Pengendalian Mutu ada 4 bagian untuk menjadikan Pengendalian
Mutu yang baik Antara lain :
PENJELASAN PENGENDALIAN MUTU PROYEK SECARA SINGKAT
PENJELASAN PENGENDALIAN MUTU PROYEK SECARA SINGKAT
1. Sumber Daya Manusia
Salah satu bidang penting dalam Administrasi/Manajemen Pendidikan adalah
berkaitan dengan Personil/Sumberdaya manusia yang terlibat dalam proses pendidikan,
baik itu Pendidik seperti guru maupun tenaga Kependidikan seperti tenaga
Administratif. Intensitas dunia pendidikan berhubungan dengan manusia dapat
dipandang sebagai suatu perbedaan penting antara lembaga pendidikan/organisasi
sekolah dengan organisasi lainnya.
ini menunjukan bahwa masalah
sumberdaya manusia menjadi hal yang sangat dominan dalam proses
pendidikan/pembelajaran, hal ini juga berarti bahwa mengelola sumberdaya
manusia merupakan bidang yang sangat penting dalam melaksanakan proses
pendidikan/pembelajaran di sekolah.Meningkatkan kinerja Sumber Daya Manusia
memerlukan pengelolaan yang sistematis dan terarah, agar proses pencapaian
tujuan organisasi dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Ini berarti
bahwa manajemen Sumber Daya Manusia merupakan hal yang sangat penting untuk
keberhasilan perusahaan, besar atau kecil, apapun jenis industrinya (Schuller
and Jackson, 1997:32), aspek Manajemen Sumberdaya Manusia menduduki posisi
penting dalam suatu perusahaan/organisasi karena setiap organisasi terbentuk
oleh orang-orang, menggunakan jasa mereka, mengembangkan keterampilan mereka,
mendorong mereka untuk berkinerja tinggi, dan menjamin mereka untuk terus
memelihara komitmen pada organisasi merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian
tujuan organisasi (De Cenzo&Robbin, 1999:8). Manajemen Sumber Daya Manusia
merupakan suatu pengakuan terhadap pentingnya unsur manusia sebagai sumber daya
yang cukup potensial dan sangat menentukan dalam suatu organisasi, dan perlu
terus dikembangkan sehingga mampu memberikan kontribusi yang maksimal bagi
organisasi maupun bagi pengembangan dirinya. Manajemen Sumber Daya Manusia
merupakan faktor yang akan menentukan pada kinerja organisasi, ketepatan
memanfaatkan dan mengembangkan Sumber Daya Manusia serta mengintegrasikannya
dalam suatu kesatuan gerak dan arah organisasi akan menjadi hal penting bagi
peningkatan kapabilitas organisasi dalam mencapai tujuannya. Untuk lebih
memahami bagaimana posisi Manajemen SDM dalam konteks organisasi diperlukan pemahaman
tentang makna Manajemen SDM itu sendiri, agar dapat mendudukan peran Manajemen
SDM dalam dinamika gerak organisasi.
2. Pemasaran
Pemasaran adalah suatu proses
sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan
keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang
bernilai satu sama lain. Definisi ini berdasarkan pada konsep inti, yaitu :
kebutuhan, keinginan dan permintaan; produk, nilai, biaya dan kepuasan;
pertukaran, transaksi dan hubungan; pasar, pemasaran dan pemasar. Adapun tujuan
pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga
produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran
menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang tinggal hanyalah bagaimana
membuat produknya tersedia. Sedangkan proses pemasaran terdiri dari analisa
peluang pasar, meneliti dan memilih pasar sasaran, merancang strategi
pemasaran, merancang program pemasaran, dan mengorganisir, melaksanakan serta
mengawasi usaha Pemasaran.
Ada hubungan erat antara mutu suatu
produk dengan kepuasan pelanggan serta keuntungan industri. Mutu yang lebih
tinggi menghasilkan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi, sekaligus mendukung
harga yang lebih tinggi dan sering juga biaya lebih rendah. Eksekutif puncak
masa kini melihat tugas meningkatkan dan mengendalikan mutu produk sebagai
prioritas utama, sehingga setiap industri tidak punya pilihan lain kecuali
menjalankan manajemen mutu total (“Total Quality Management”).
1. Sumber Daya Manusia
Konsep Pemasaran
1. Kebutuhan , Keinginan dan Permintaan
Ada perbedaan antara kebutuhan, keinginan dan
permintaan. Kebutuhan manusia adalah keadaan dimana manusia merasa tidak
memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan tidak diciptakan oleh masyarakat atau
pemasar, namun sudah ada dan terukir dalam hayati kondisi manusia. keinginan
adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut. Keinginan manusia
dibentuk oleh kekuatan dan institusi sosial. Sedangkan Permintaan adalah
keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan
membelinya.
2. Produk
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan untuk
memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan. Pentingnya suatu produk fisik
bukan terletak pada kepelikannya tetapi pada jasa yang dapat diberikannya. Oleh
karena itu dalam membuat produk harus memperhatikan produk fisik dan jasa yang
diberikan produk tersebut.
3. Nilai, Biaya dan Kepuasan
Nilai adalah perkiraan pelanggan tentang kemampuan
total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya. Setiap produk memiliki
kemampuan berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi pelanggan akan
memilih produk mana yang akan memberi kepuasan total paling tinggi. Nilai
setiap produk sebenarnya tergantung dari seberapa jauh produk tersebut dapat
mendekati produk ideal, dalam ini termasuk harga.
4. Pertukaran, Transaksi dan Hubungan
Kebutuhan dan keinginan manusia serta nilai suatu
produk bagi manusia tidak cukup untuk menjelaskan pemasaran. Pemasaran timbul
saat orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhan serta keinginannya dengan
pertukaran. Pertukaran adalah salah satu cara mendapatkan suatu produk yang
diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya.
Pertukaran merupakan proses dan bukan kejadian sesaat. Masing-masing pihak
disebut berada dalam suatu pertukaran bila mereka berunding dan mengarah pada suatu
persetujuan. Jika persetujuan tercapai maka disebut transaksi. Untuk kelancaran
dari transaksi, maka hubungan yang baik dan saling percaya antara pelanggan,
distributor, penyalur dan pemasok akan membangun suatu ikan ekonomi, teknis dan
sosial yang kuat dengan mitranya. Sehingga transaksi tidak perlu dinegosiasikan
setiap kali, tetapi sudah menjadi hal yang rutin. Hal ini dapat dicapai dengan
menjanjikan serta menyerahkan mutu produk, pelayanan dan harga yang wajar
secara kesinambungan.
1. Sumber Daya Manusia
5. Pasar
Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang
memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam
pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan itu. Istilah pasar untuk
menunjukan pada sejumlah pembeli dan penjual melakukan transaksi pada suatu
produk.
6. Pemasaran dan Pemasar
Pemasaran adalah keinginan manusia dalam hubungannya
dengan pasar, pemasaran maksudnya bekerja dengan pasar untuk mewujudkan
transaksi yang mungkin terjadi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia.
Pemasar adalah orang yang mencari sumberdaya dari orang lain dan mau menawarkan
sesuatu yang bernilai untuk itu. Kalau satu pihak lebih aktif mencari
pertukaran daripada pihak lain, maka pihak pertama adalah pemasar dan pihak
kedua adalah calon pembeli.
3. Produksi
Menurut Suardi (2001), untuk mempertahankan mutu
produk pangan sesuai dengan yang diharapkan konsumen dan mampu bersaing secara
global, maka mengacu secara umum dapat ditempuh upaya-upaya berikut, khususnya
yang menyangkut hubungan antar penjamin mutu, yaitu:
a. Pengadaan bahan baku.
Baik bahan penolong maupun bahan tambahan industri harus direncanakan dan
dikendalikan dengan baik. Aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan,
yaitu 1) Persyaratan-persyaratan dan kontrak pembelian, 2) Pemilihan pemasok
yang baik, 3) Kesepakatan tentang jaminan mutu, 4) Kesepakatan tentang
metoda-metoda verifikasi, 5) Penyelesaian perselisihan mutu, 6) Perencanaan dan
pengendalian pemeriksaan, dan 7) Catatan-catatan mutu penerimaan bahan.
Pengadaan bahan baku, jika melihat kinerja penjamin
mutu, merupakan tanggung jawab dari quality control, yaitu pada
bagian produksi. Baik atau buruknya bahan baku yang digunakan akan berpengaruh
terhadap produk yang dihasilkan sehingga dapat menjadi evaluasi untuk quality
control.
b. Pengendalian Produksi.
Pengendalian produksi dilakukan secara terus menerus
meliputi kegiatan antara lain: 1) Pengendalian bahan dan kemampuan telusur,
dengan inti kegiatan adalah inventory system, dengan tujuan pengendalian
kerusakan bahan, 2) Pengendalian dan pemeliharaan alat, 3) Proses khusus, yaitu
proses produksi yang kegiatan pengendaliannya merupakan hal yang sangat penting
terhadap mutu produk, dan 4) pengendalian dan perubahan proses.
c. Pengemasan.
Pengemasan dilakukan dengan benar dan memenuhi
persyaratan teknis untuk kepentingan distribusi dan promosi. Dalam
industri pangan, pengemasan merupakan tahap terakhir produksi sebelum
didistribusikan. Pengemasan berfungsi sebagai: 1) Wadah untuk memuat produk,
2) Memelihara kesegaran dan kemantapan produk selama penyimpanan dan
distribusi, 3) Melindungi pangan dari kontaminasi lingkungan dan manusia, 4)
Mencegah kehilangan selama pengangkutan dan distribusi, dan 5) Media komunikasi
atau promosi.
d. Penyimpanan dan Penanganan Produk
Jadi.
Penyimpanan dan penanganan produk
jadi bertujuan untuk mencegah kerusakan akibat vibrasi, shock, abrasi, korosi,
pengaruh suhu, Rh, sinar dan sebagainya selama penanganan, pengangkutan, dan
penyimpanan.
e. Pemeriksaan dan Pengujian Selama
Proses dan Produk Akhir.
Tujuan utama adalah untuk mengetahui apakah item atau
lot yang dihasilkan memenuhi persyarakatan sesuai dengan prosedur yang telah
ditetapkan. Quality control memegang peran pada tahap ini,
karena pengujian produk akhir akan menjadi penentu keputusan produk jadi.
f. Keamananan dan Tanggung
Jawab Produk.
Karakteristik mutu keamanan dalam industri pangan
semakin hari semakin penting karena banyak kasus yang terjadi baik di dalam
maupun di luar negeri. Oleh karena itu perlu dikembangkan metode atau peraturan
tentang praktek pengolahan pangan yang baik. Pada bagian ini quality
manajement menjadi bagian utama yang bertanggung jawab. Produk yang
dihasilkan bukan hanya menjadi tanggung jawab bagian produksi, namun juga semua
pihak yang terkait produksi termasuk bagian administrasi, atau keamanan.
1. Dokumentasi Sistem Mutu
Perusahaan harus membangun dan mempertahankan suatu
sistem mutu tertulis (terdokumentasi), dengan pengertian hal ini akan menjamin
produk-produknya sesuai dengan persyaratan tertentu. Sistem mutu tertulis ini
membuat jaminan mutu bersifat lebih melembaga sebab dokumentasi ini dilakukan
menyeluruh terhadap pedoman, prosedur dan instruksi kerja. Sistem mutu tertulis
bukan sekedar merupakan sesuatu yang diinginkan saja tetapi harus dikerjakan di
lapangan.
4. Keuangan
Manajemen Keuangan adalah untuk memahami tentang apa yang terjadi
disekeliling kita untuk menyelesaikan masalah-masalah praktis dan juga
menjelaskan berbagai fakta dan informasi. Untuk lebih jelas mengenai manajemen
keuangan silakan anda simak makalah di bawah
Pelaksanaan pengelolaan keuangan negara pasca Reformasi Manajemen Keuangan Pemerintah yang diikuti lahirnya UU No.17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU No.1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara telah berjalan hampir satu setengah tahun. Sebagaimana dipahami UU Keuangan Negara No.17 tahun 2003 dan UU Perbendaharaan Negara nomor 1 tahun 2004 adalah untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan keuangan negara yang sesuai dengan tuntutan perkembangan demokrasi, ekonomi dan teknologi moderen.
Pelaksanaan pengelolaan keuangan negara pasca Reformasi Manajemen Keuangan Pemerintah yang diikuti lahirnya UU No.17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU No.1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara telah berjalan hampir satu setengah tahun. Sebagaimana dipahami UU Keuangan Negara No.17 tahun 2003 dan UU Perbendaharaan Negara nomor 1 tahun 2004 adalah untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan keuangan negara yang sesuai dengan tuntutan perkembangan demokrasi, ekonomi dan teknologi moderen.
UU No.17/2003 tentang
Keuangan Negara telah merubah sistem dan pola pengelolaan keuangan
negara. Sistem yang diusung dalam UU tersebut adalah sistem penganggaran
berbasis kinerja (performance budgeting system) yang menjadikan kinerja sebagai
fokus sehingga seluruh potensi harus diarahkan untuk mendukung agar kinerja
yang diinginkan dapat tercapai. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa kinerja
yang dicanangkan tercapai dengan pendanaan yang dialokasikan secara efisien dan
efektif. Sejalan dengan ketentuan yang diatur dalam UU No.17 tahun 2003,
Menteri Keuangan sebagai pembantu Presiden dalam bidang keuangan pada
hakikatnya adalah Chief Financial Officer (CFO) Pemerintah RI sedangkan setiap
Menteri/Pimpinan Lembaga adalah Chief Operacional Officer (COO) untuk statu
bidang tugas pemerintahan. Untuk meningkatkan akuntabilitas dan menjamin
terselenggaranya saling uji (check and balance) dalam proses pelaksanaan
anggaran, perlu dilakukan pemisahan secara tegas antara pemegang kewenangan
administratif yang diserahkan kepada kementrian/lembaga dan pemegang kewenangan
kebendaharaan yang diserahkan kepada kementrian keuangan.
PENJELASAN PENGENDALIAN MUTU PROYEK SECARA SINGKAT
PENJELASAN PENGENDALIAN MUTU PROYEK SECARA SINGKAT


Komentar
Posting Komentar